Apa Saja Tahap-tahap Pendanaan Startup?

Contributor : Galih Dea | Date : 2020-01-08

Beberapa tahun belakangan ini, mulai banyak bermunculan berbagai perusahaan rintisan, yang sering disebut dengan startup. Startup sendiri merupakan perusahaan muda yang dirintis oleh satu atau lebih pengusaha untuk mengembangkan produk atau layanan unik dan dibawa ke pasar secara bebas. Pada awal perintisannya, startup ini umumnya memiliki modal dari para pemilik startup tersebut, sebelum mendapatkan suntikan dana, baik dari penjualan produk maupun jasa, serta dari berbagai investor. Apa saja langkah-langkah yang ditempuh oleh startup untuk mendapatkan dana?

Pre-seed Funding

Tahap awal disebut dengan pre-seed funding. Pada tahap ini, para founder dari startup mulai mengemukakan ide bisnis mereka kepada orang-orang yang berpotensi menjadi investor, mulai dari teman, keluarga, angel investor, sampai ke perusahaan-perusahaan modal ventura. Pada pre-seed funding ini, tingkat risiko dan potensi keberhasilannya berada di tingkat tertingginya.

Seed Funding

Setelah itu, masuk ke tahap seed funding. Dana-dana yang telah dikumpulkan pada tahap pre-seed funding mulai ditanamkan ke dalam startup. Dana-dana yang ditanamkan ini digunakan untuk biaya produksi, mempromosikan produk mereka kepada pasar, melakukan perekrutan pegawai, ataupun untuk melakukan penelitian lebih jauh terhadap perkembangan pasar. Dalam tahap seed funding ini, mulailah muncul kucuran dana dari angel investor, yang merupakan individu atau perusahaan yang lebih mapan dari startup tersebut, secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan dana dari startup.

Venture Capital Financing

Kemudian, startup masuk ke tahap venture capital financing. Venture capital financing ini dilakukan oleh startup yang telah mendistribusikan atau menjual produk maupun jasa mereka, walaupun masih belum mendapatkan keuntungan. Apabila startup belum mendapatkan keuntungan, venture capital financing dilakukan untuk menutupi aliran dana yang masih negatif. Ada beberapa ronde dalam venture capital financing, yang diidentifikasi dengan huruf dari alfabet.

Series A Funding

Series A merupakan tahap pertama venture capital financing. Pada series A ini, startup mulai mengoptimasikan nilai tawaran dari produk mereka, memberikan kesempatan bagi startup untuk mengatur cakupan pasar mereka. Pada tahap ini pula, startup mulai memunculkan ide-ide ‘gila’ demi mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang dan sekaligus menggaet berbagai pengguna potensial.

Series B Funding

Series B merupakan tahap kedua dari venture capital financing. Series A berakhir ketika starup telah mendapatkan basis pengguna yang konsisten dan pendapatan yang sama stabilnya. Series B ini menuntut startup untuk mulai mengembangkan bisnis mereka dengan bantuan investor terkait, seperti meningkatkan market share, membentuk tim operasional, seperti tim marketing dan tim business development, dan berbagai cara lainnya. Series B ini dapat terlihat sama seperti series A, namun series B ini seringkali dipimpin oleh karakter-karakter yang sama, termasuk di dalamnya adalah investor kunci, yang berperan untuk menarik investor lain pada startup.

Series C Funding

Series B sendiri berakhir ketika startup telah memiliki performa finansial yang baik, dan pada saat itulah, startup mulai memasuki series C. Series C ini diperlukan untuk menambah dana dari startup dalam melakukan berbagai kegiatan, seperti membuat produk baru, menjangkau pasar baru, maupun mulai menguasai startup-startup lain dari pasar yang serupa.

Series D Funding / Mezzanine Financing

Setelah series C, startup mulai masuk ke tahap series D, atau bisa disebut dengan mezzanine financing. Startup dapat memasuki series D apabila startup sudah dianggap mapan, namun belum go public. Series D ini melanjutkan kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan pada series C, sebelum akhirnya memutuskan untuk go public.

Initial Public Offering (IPO)

Ketika startup sudah merasa sangat mapan, mereka mulai menawarkan saham mereka kepada publik, dimana kegiatan ini disebut dengan Initial Public Offering (IPO). IPO ini dapat dilakukan oleh startup. Apabila dilakukan oleh startup yang masih berkembang, IPO ini berguna untuk mendapatkan dana. Namun bila dilakukan oleh startup yang sudah maju, IPO ini dilakukan apabila pemilik startup berencana untuk keluar dari kepemilikannya tersebut dengan menjual saham kepada publik.

Dan itulah tahap-tahap yang dilakukan oleh berbagai startup untuk mendapatkan dana. Kembangkanlah startup melalui tahap-tahap ini, dan tetap berhati-hati dalam menjalankan startup, sebelum akhirnya melangkah ke tahap-tahap pendanaan selanjutnya.

 

Sumber Berita:

"Here Are The 5 Major Stages of Startup Funding" - robdkelly.com

"Visualizing the Stages of Startup Funding" - visualcapitalist.com

"Startup Funding Stages You Should Know About" - cloudways.com

 

Sumber Gambar:

"Startup Funding Stages You Should Know About" - cloudways.com

Tags :

vantura, business, startup, startup funding, startup funding stages, ipo, initial public offering
Type and Hit Enter to Search