Contributor : Galih Dea | Date : 2020-01-27
Sejak Januari 2020 ini, sedang maraknya pemberitaan mengenai wabah penyakit yang berbahaya, yang disebut dengan corona virus. Corona virus merupakan wabah penyakit yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, dan mulai meluas ke berbagai negara lainnya, seperti Jepang, Perancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Vietnam. Penyebaran corona virus ini meluas seiring dengan banyaknya turis asal Tiongkok yang bepergian ke luar negeri, dan upaya penanggulangan corona virus yang masih kurang efektif.
Peringatan mengenai corona virus dari World Health Organization (WHO) pada 9 Januari lalu pun dapat dianggap terlambat, karena ada satu startup asal Kanada, yakni BlueDot, yang telah memberikan peringatan mengenai corona virus sejak 31 Desember 2019. Jadi, apa itu BlueDot? Mengapa BlueDot dapat memberikan peringatan corona virus lebih cepat dibandingkan dengan WHO?
BlueDot merupakan startup yang berbasis di Kanada. BlueDot menyediakan layanan dan produk yang berkaitan dengan kesehatan, serta telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintahan, rumah sakit, dan perusahaan-perusahaan lain. BlueDot ini didirikan oleh Dr. Kamran Khan, seorang ilmuwan yang mempelajari berbagai macam penyakit berbahaya, yang sebelumnya bekerja untuk bidang penelitian pada Rumah Sakit St. Michael di Kanada.
BlueDot ini meluncurkan berbagai produk di bidang kesehatan, yang bertujuan untuk melindungi orang-orang di dunia dari berbagai penyakit berbahaya, salah satunya dengan bantuan dari teknologi artificial intelligence (AI). AI ini digunakan untuk mengolah data-data yang telah dikumpulkan di sistem, seperti pemberitaan berita asing, jaringan penyakit makhluk hidup, serta pernyataan pejabat resmi. Data-data tersebut kemudian diolah menggunakan pemrosesan bahasa alami (natural language processing) untuk dapat menampilkan prediksi mengenai penyebaran wabah penyakit tertentu.
Dan kegiatan terbaru yang dilakukan oleh BlueDot adalah dengan memberikan peringatan pada para pelanggannya mengenai corona virus, yang telah dilakukan sejak 31 Desember 2019 lalu. BlueDot ini memberikan peringatan untuk menghindari tempat-tempat yang berpotensi sebagai wilayah penyebaran corona virus seperti Wuhan. Peringatan ini bahkan muncul seminggu lebih cepat dibandingkan dengan peringatan dari organisasi lain, seperti WHO, atau bahkan US Center for Disease Control yang memberikan peringatan pada 6 Januari 2020.
BlueDot memungkinkan peringatan dini ini dapat muncul karena algoritma penggunaan AI nya ini memilih berita tentang kemungkinan wabah, bahasan pada forum maupun blog, bahkan bisikan-bisikan kecil di internet pun juga digunakan sebagai pertimbangan untuk menandakan bahwa ada kejadian tidak biasa yang terjadi. Dan karena pemilihan hal-hal tersebut, BlueDot dapat memberikan peringatan lebih cepat daripada berbagai organisasi lain, terutama pemerintahan yang seringkali diharapkan untuk menyediakan informasi sesegera mungkin.
Dan itulah BlueDot, startup asal Kanada yang telah memprediksikan corona virus sejak akhir 2019 lalu. BlueDot merupakan satu dari banyak startup yang menerapkan AI pada produknya, yang tentu akan berguna bagi kehidupan orang-orang di dunia, baik di masa kini, maupun di masa mendatang.
Sumber Berita:
"BlueDot - What We Do" - bluedot.global
"Startup AI Ini Sudah Prediksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019" - inet.detik.com
"Mesin AI Prediksi Wabah Virus Corona Sebelum Terjadi" - timlo.net
Sumber Gambar:
"Platform BlueDot Klaim Bisa Lacak Virus Corona Dengan Cepat" - trendtek.republika.co.id
Tags :
artificial intelligence, ai, technology, health, well-being, startup, bluedot, canada, corona virus, china, warning, vantura, indonesia, semarang