Framework JavaScript dan Jenis Framework JavaScript Terpopuler

Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-27

Ada banyak cara yang dapat pengembang lakukan untuk pengembangan website mereka. Pengembang dapat menggunakan berbagai tool yang berguna untuk menunjang proses pengembangan website. Pengembang juga dapat menggunakan beberapa bahasa pemrograman dalam website mereka, salah satunya adalah JavaScript yang umum digunakan sebagai client-side script. Dalam penggunaan JavaScript, terdapat satu hal yang mempermudah pengembangan website, yaitu framework JavaScript.

Apa Itu Framework?

Framework sendiri merupakan semacam kerangka kerja, yang berguna untuk mengatur project yang sedang pengembang lakukan. Dalam hal ini, framework ini berguna untuk membuat kode-kode yang dibuat dalam project pengembangan website menjadi lebih tertata. Framework yang digunakan pada pengembangan website umumnya bersifat open-source, sehingga framework dapat digunakan secara bebas oleh pengembang, serta didukung oleh berbagai komunitas penggunanya. Selain itu, karena open-source inilah, pengembang dapat mengutak-atik framework tersebut, menjadi sesuai dengan website yang pengembang bangun. Terdapat banyak framework JavaScript yang dapat pengembang, namun ada tiga framework JavaScript yang dianggap populer di kalangan pengembang website, yaitu Vue dan Angular.

1. Vue

Vue saat ini merupakan framework JavaScript yang paling populer saat ini. Vue ini tergolong muda, karena baru pertama kali muncul pada tahun 2014, namun hanya butuh waktu satu setengah tahun untuk menjadi standar dalam pengembangan website berbasis JavaScript. Vue ini juga dianggap sebagai salah satu framework JavaScript yang paling mudah untuk dipelajari dan paling mudah digunakan karena tidak menghilangkan dasar-dasar penggunaan JavaScript. Vue memungkinkan pengembang untuk memisahkan HTML, CSS, dan JavaScript, menjadikannya sebagai framework yang natural untuk mengembangkan website. Vue juga memiliki dokumentasi yang mendetail, sehingga Vue ini mudah untuk didiskusikan dalam komunitas pengembang. Karena dokumentasi inilah, Vue memiliki learning curve yang cenderung datar, membuat Vue ini cocok untuk digunakan dalam berbagai skala pengembangan website. Selain itu, Vue adalah framework yang tepat untuk digunakan dalam pengembangan single-page website, namun juga cocok untuk digunakan untuk website dengan struktur yang lebih kompleks, karena elemen-elemen internal dari Vue dapat diintegrasikan dalam infrastruktur tanpa mengurangi performa secara keseluruhan.

2. Angular

Selain Vue, ada Angular. Angular sendiri merupakan framework JavaScript yang banyak digunakan dan dianggap sulit, namun cukup hebat digunakan dalam pengembangan website yang bersifat enterprise. Angular ini memberikan tool dan fitur yang cukup lengkap untuk pengembangan website. Arsitektur dari Angular ini menuntut kualitas kode yang bagus, membuatnya berguna untuk tim berskala besar karena menghilangkan banyak error pengembang yang umum ditemukan. Dengan Angular ini, pengembang tidak perlu bergantung pada library pihak ketiga dalam proses pengembangan website, karena Angular telah menyediakan banyak library, namun impelementasinya harus tetap sesuai dengan kaidah yang dimiliki Angular. Angular juga memiliki komunitas yang cukup besar, namun karena Angular banyak digunakan dalam project bersifat enterprise, jalur diskusi cukup susah untuk dilakukan, membuat Angular ini cukup menantang bagi pengembang website pemula.

Begitulah hal-hal mengenai framework JavaScript dan dua jenis framework JavaScript yang populer digunakan. Pada akhirnya, framework JavaScript ini akan memudahkan pengembang untuk menghasilkan struktur kode yang lebih tertata jika menggunakan JavaScript.

 

Sumber Berita:

"What Is JavaScript Framework?" -codeinstitute.net

"Top 10 most popular JavaScript frameworks in 2019" - divante.com

 

Sumber Gambar:

"Do we still need JavaScript frameworks?" - freecodecamp.org

Tags :

website, web development, javascript, javascript framework, vue, angular, vantura
Type and Hit Enter to Search