Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-24
Dalam membangun website, diperlukan beberapa bahasa pemrograman supaya bisa menjadi website yang baik. HTML sendiri merupakan markup language dalam pengembangan website, menghasilkan halaman web yang berinteraksi secara langsung dengan pengunjung website. Walaupun begitu, HTML tidak bisa berdiri sendiri, karena HTML tetap memerlukan bantuan dari beberapa bahasa pemrograman lain. Salah satu bahasa pemrograman yang digunakan dalam pengembangan website adalah JavaScript.
JavaScript merupakan satu dari banyak bahasa pemrograman yang berguna dalam pengembangan website. JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang masuk dalam kategori client-side script, karena kode dari JavaScript ini berjalan pada browser dari client, atau pengunjung dari website. JavaScript ini bersifat dinamis, sehingga cocok untuk mendampingi HTML yang bersifat statis. JavaScript ini ringan dan umum digunakan sebagai salah satu bagian dari halaman web, dimana JavaScript ini membuat website dapat berinteraksi dengan pengguna. JavaScript ini object-oriented, sehingga masih cukup modern untuk standar bahasa pemrograman masa kini.
JavaScript dicetuskan pertama kali oleh Netscape pada tahun 1995, lebih dikenal terlebih dahulu sebagai LiveScript. Tidak lama kemudian, LiveScript diubah menjadi JavaScript, kemungkinan alasannya adalah karena hype yang dimiliki oleh Java, yang pada saat itu sangat populer di komunitas pengembang aplikasi perangkat lunak. Pada awal peluncurannya, JavaScript ini menawarkan keringanan dari size kode nya, cocok untuk mengembangkan aplikasi yang network-centric, serta dapat menunjang dan terintegrasi dengan bahasa pemrograman lain, seperti HTML dan Java. Dan yang terpenting, JavaScript ini bersifat open-source dan cross-platform, sehingga setiap orang dapat menggunakan dan memodifikasi JavaScript secara bebas.
Ada beberapa alasan pengembang website menggunakan JavaScript. Satu, JavaScript memiliki interaksi terhadap server yang minim, seperti JavaScript memungkinkan untuk memvalidasi masukan sebelum mengirimkan hasilnya ke server. Hal ini tentu saja meringankan kerja dari server. Dua, JavaScript dapat memberikan feedback yang lebih cepat kepada pengunjung website. JavaScript memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan respon dengan segera terhadap apa yang dilakukan, tanpa harus reload halaman web. Tiga, JavaScript lebih interaktif. Pengembang dapat membuat antarmuka yang bereaksi ketika pengunjung mengarahkan kursor pada satu bagian dengan mouse, dan masih banyak hal-hal interaktif lain yang dapat dilakukan melalui JavaScript. Empat, JavaScript memiliki library antarmuka yang lebih kaya. Pengembang dapat menggunakan JavaScript untuk memasukan beberapa komponen, seperti komponen drag-and-drop dan slider untuk membuat antarmuka website menjadi lebih interaktif.
Namun, ada beberapa batasan yang dimiliki oleh JavaScript. Satu, JavaScript ini merupakan client-side script, sehingga JavaScript tidak memperbolehkan untuk membaca atau menulis file. Hal ini dipertahankan karena alasan keamanan dari JavaScript sendiri. Dua, JavaScript tidak mendukung multi-threading atau multiprocessor, sehingga performanya tidak dapat secepat bahasa pemrograman lain. Dan masih ada beberapa batasan lain dalam penggunaan JavaScript.
Itulah beberapa hal mengenai JavaScript, bahasa pemrograman yang sering digunakan dalam pengembangan website. Gunakanlah JavaScript dalam website mu, untuk menghasilkan website yang lebih interaktif dan dinamis.
Sumber Berita:
"JavaScript - Overview" - tutorialspoint.com
Sumber Gambar:
Tags :
website, website development, javascript, client-side script