Contributor : Galih Dea | Date : 2020-01-03
Dengan data-data yang dihasilkan dan disimpan pada suatu perangkat lunak, tentu saja diperlukan ruang penyimpanan yang memadai untuk menampung data-data tersebut. Untuk memenuhi hal tersebut, hadir data center yang dasarnya berguna sebagai penampung utama dari data-data yang didapat dari perangkat lunak. Data center sangat diperlukan oleh berbagai perusahaan di dunia, terutama perusahaan dengan skala yang besar. Data center umumnya didirikan di tempat yang sama dengan wilayah operasi utama dari perusahaan tersebut, namun tidak menutup kemungkinan untuk mendirikannya di wilayah-wilayah lain, yang tentu saja menjadi cakupan operasi dari perusahaan.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan populasi yang besar. Disamping itu, dengan lokasi geografis yang menjanjikan bagi para pebisnis, membuat Indonesia ini cocok dijadikan sebagai tempat mereka untuk menjalankan bisnis-bisnis mereka. Hal ini juga berlaku dalam peletakan data center. Pertama, muncul Amazon yang memiliki ketertarikan pada Indonesia. Amazon, melalui Amazon Web Services (AWS) besutannya, secara resmi akan membuka wilayah infrastruktur data center nya di Jakarta, Indonesia. Wilayah baru dari AWS di Asia Pasifik ini direncanakan akan mulai beroperasi antara tahun 2021 atau 2022. Pembangunan infrastruktur dari Amazon ini merupakan yang ke-9 kalinya di Asia Pasifik, setelah Beijing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. AWS sendiri umum digunakan oleh berbagai organisasi, seperti startup hingga perusahaan besar, dimana AWS dapat digunakan untuk analisis data, kecerdasan buatan, Internet of Thing, machine learning, dan lain sebagainya. Dengan dibangunnya data center di Jakarta ini tentu dapat membantu pemerintah Indonesia dalam percepatan laju transformasi di era digital, mulai dari bisnis, sampai ke sektor pemerintahan.
Selain Amazon, salah satu perusahaan yang terkenal dengan search engine dan sistem operasi Android nya, yaitu Google, tidak mau ketinggalan juga. Google Cloud, salah satu layanan cloud computing dari Google, berencana untuk membuka data center perdana mereka di Indonesia pada awal 2020. Indonesia sendiri dipilih sebagai wilayah ke-21 dalam investasi data center, sehingga data center ini akan menjadi salah satu wilayah pelayanan cloud computing di Asia Tenggara. Google Cloud pun masuk ke Indonesia karena beberapa alasan, salah satunya adalah potensi pertumbuhan industri di Indonesia yang besar, dimana di Indonesia saat ini banyak bermunculan berbagai startup, baik yang sudah maupun akan berakselerasi untuk mengikuti transformasi era digital. Data center yang diletakkan di Indonesia ini akan mengkonfigurasi tiga zona ketersediaan dengan layanan yang akan diberikan seperti sistem komputasi, penyimpanan, database services dan networking services, di dalamnya termasuk interkoneksi cloud. Data center ini akan diletakkan juga di Jakarta, dan akan disediakan pula sistem baru milik Google Cloud, yang dinamakan dengan BigQuery, yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan pola karakter konsumen secara pribadi melalui big data yang dimiliki dalam sistem tersebut.
Dengan hadirnya berbagai data center milik Amazon dan Google di Indonesia, tentu saja akan memudahkan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk startup, untuk mengembangkan bisnis yang sedang dibangun. Selain itu, akses ke data center bagi perusahaan di Indonesia menjadi lebih mudah, karena lokasi data center yang terletak di Indonesia.
Sumber Berita:
"Amazon Bangun Data Center di Indonesia, Siap Beroperasi 2021" - kumparan.com
"Awal 2020, Google Cloud Siap Buka Data Center di RI" - cnbcindonesia.com
Sumber Gambar:
"Awal 2020, Google Cloud Siap Buka Data Center di RI" - cnbcindonesia.com
Tags :
software, software development, data center, amazon, amazon web services, google, google cloud, indonesia, jakarta, vantura