Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-13
Hadirnya digital marketing telah mengubah cara orang memasarkan produk yang mereka miliki. Bagaimana tidak, digital marketing memberi opsi bagi orang-orang untuk memasarkan produk atau jasa yang mereka miliki kepada orang-orang yang lain melalui berbagai perangkat atau platform yang bersifat digital, seperti smartphone, email, atau website lain, sehingga cara-cara tersebut dianggap lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan marketing konvensional yang dirasa banyak membuang tenaga dan materi.
Digital marketing ini juga dianggap sebagai salah satu hal penting dalam pembangunan website kamu. Banyak teknik-teknik digital marketing yang dapat kamu gunakan untuk website yang kamu bangun, salah satunya adalah social media ads, yang merupakan teknik yang sering digunakan selain search engine optimization (SEO) dan search engine marketing (SEM).
Social media ads, atau biasanya disebut dengan social ads, adalah teknik digital marketing yang menggunakan platform media sosial sebagai penyebaran iklannya. Alurnya sama dengan SEO maupun SEM, sama-sama membuat clickable ads yang bisa diakses oleh target pengguna. Tujuannya pun juga sama, untuk membangun brand awareness, menarik orang untuk tertarik pada produk yang kita bangun, sampai mendapatkan keuntungan dari iklan-iklan tersebut.
Social ads ini mulai digunakan untuk memasarkan website karena banyaknya penggunaan media sosial oleh pengguna internet, baik di Indonesia maupun di dunia. Bayangkan saja, saat ini sebagian besar pengguna internet menggunakan media sosial, apapun jenisnya. Orang-orang mengakses media sosial untuk berbagai hal, baik dari mencari informasi, berbagi kenangan, atau terhubung dengan pengguna media sosial di belahan dunia yang lain.
Selain itu, media sosial juga menyimpan beberapa data yang dimiliki oleh pengguna-penggunanya, yang dianggap sebagai ladangnya social ads dengan target yang bisa jadi lebih spesifik. Pengguna yang menemukan beberapa iklan ini kemungkinan besar akan merasa tidak familiar dengan website yang diiklankan, namun pesan yang muncul di iklan tersebut memiliki kesempatan besar untuk meluas dan kemudian menjangkau pengguna-pengguna lain yang lebih relevan.
Platform dari social ads ini ada banyak, dan umumnya setiap platform media sosial memiliki social ads nya sendiri, seperti Facebook dengan Facebook Ads nya. Saat ini, Facebook Ads memiliki engagement terbesar ketimbang social ads yang lain, salah satunya karena basis penggunanya yang sudah mencapai 2 miliar di seluruh dunia. Kriteria dari target iklan menggunakan Facebook Ads ini cukup beragam, mulai dari lokasi, umur, gender, pendidikan, jabatan pekerjaan, sampai penggunaan perangkat mobile pun sudah dicakup oleh Facebook Ads. Jenis-jenis iklan dari Facebook Ads juga banyak, seperti photo ads, video ads, carousel ads yang merupakan gabungan dari beberapa foto dan video, slideshow ads, dan lain-sebagainya.
LinkedIn, yang merupakan platform media sosial terbesar yang berfokus pada professional networking, juga tidak mau kalah dari Facebook. LinkedIn memiliki social ads nya sendiri, yang dinamakan dengan LinkedIn Ads. LinkedIn Ads ini umumnya digunakan oleh pebisnis yang mentargetkan diri pada bisnis lain, yang membuat LinkedIn Ads ini digandrungi oleh para pebisnis. Kriteria target iklan dari LinkedIn Ads dapat berdasarkan bahasa, lokasi, pengalaman kerja, industri bisnis, sampai pendidikan sudah dicakup di dalamnya. Iklan yang ditawarkan LinkedIn Ads sendiri beragam, namun yang sering digunakan oleh pengiklan adalah sponsored content yang muncul di sela-sela beranda dari pengguna, serta sponsored inmail yang muncul di email pengguna.
Dan tentu saja masih banyak lagi kegunaan serta platform dari social ads yang bisa kamu gunakan untuk memasarkan website kamu. Masih bingung dengan cara memasarkan website kamu? Jangan khawatir, percayakan saja pada Vantura, Your Brofessional Digital Agency.
Sumber Gambar:
Tags :
internet, website, product, services, digital marketing, social media ads, vantura, digital agency, semarang, indonesia