Contributor : Galih Dea | Date : 2020-02-13
Artificial intelligence (AI), atau kecerdasan buatan, merupakan teknologi yang sering digunakan di berbagai perangkat lunak maupun perangkat keras. Dengan hadirnya AI ini, perangkat seakan-akan memiliki kecerdasan, sehingga dapat membantu dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Dengan kecerdasannya tersebut, berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba untuk menyematkan AI dalam produk-produk yang akan mereka tawarkan pada publik. Salah satunya adalah Fujitsu, perusahaan teknologi asal Jepang, yang menawarkan dua AI terbarunya, itu 3D Motion Sensing dan Explainable AI.
3D Motion Sensing ini merupakan teknologi AI dari Fujitsu yang berguna sebagai pendeteksi Gerakan yang dilakukan oleh individu secara akurat. Dan informasi terbarunya, teknologi 3D Motion Sensing juga telah digunakan pada World Artistic Gymnastic Championship 2019 lalu, olimpiade senam yang dilaksanakan di Stuttgart, Jerman. 3D Motion Sensing digunakan sebagai sarana untuk membantu para juri dalam memberikan skor pada gerakan peserta olimpiade senam tersebut.
Pada setiap olimpiade senam, seringkali terjadi bias antar juri dalam memberikan penilaian, sehingga membuatnya tidak konsisten. Dan ketika 3D Motion Sensing muncul, juri akan mengetahui dengan pasti titik-titik pergerakan dari para peserta, sehingga dapat menghasilkan skor peserta yang lebih adil.
Explainable AI adalah salah satu produk Fujitsu yang menerapkan AI setelah 3D Motion Sensing. Explainable AI ini mengumpulkan data-data dalam jumlah yang besar, dan kemudian diolah lebih lanjut untuk memberikan informasi yang sesuai untuk penggunanya.
Salah satu penggunaan Explainable AI adalah pendeteksian sel kanker, dimana Fujitsu bekerjasama dengan Universitas Kyoto dalam pengembangannya. Cara kerja dari Explainable AI dalam mendeteksi sel kanker adalah dengan mempelajari 180 ribu data gnome penyakit menggunakan teknologi deep learning Deep Tensor. Dengan Deep Tensor, mutasi gnome yang berpotensi menyebabkan kanker akan dapat diketahui. Sebagai pendukungnya, pihak Fujitsu dan Universitas Kyoto juga mempelajari sekitar 17 juta artikel, serta memetakan 10 miliar informasi ke dalam Knowledge Graph.
Dengan kombinasi dari Deep Tensor dan Knowledge Graph, Explainable AI dapat mengetahui bagaimana sel kanker dapat bermutasi dari gnome yang didiagnosis dengan lebih mendetail. Dan yang lebih menarik lagi, apabila saat ini membutuhkan waktu dua minggu untuk mendeteksi sel kanker, Explainable AI dapat melakukannya hanya dalam waktu satu hari.
Selain 3D Motion Sensing dan Explainable AI, Fujitsu juga mengembangkan berbagai produk dengan AI dalam berbagai sektor lain, seperti layanan finansial, manufaktur, dan layanan publik. Salah satunya adalah produk scanner Fujitsu, yang dapat mengenali perilaku penggunanya, seperti mengakses folder yang sering dipilih dalam proses scan, atau opsi scan yang dilakukan oleh penggunanya.
Itulah produk-produk AI terbaru dari Fujitsu, yang tentu sangat membantu dalam berbagai sektor kehidupan dan bisnis. Dan ini adalah sedikit penerapan AI yang tersedia saat ini, dan akan terus bermunculan berbagai produk baru, dari tahun ke tahun.
Sumber Berita:
"Artificial Intelligence Fujitsu jadi Asisten Juri di Kejuaraan Dunia" - inet.detik.com
"Fujitsu Bikin Kecerdasan Buatan Pendeteksi Sel Kanker" - inet.detik.com
Sumber Gambar:
Tags :
technology, ai, artificial intelligence, software, hardware, industry, fujitsu, 3d motion sensing, motion sensor, explainable ai, cancer cell, sel kanker, vantura, semarang, indonesia, jakarta