Contributor : Galih Dea | Date : 2019-11-25
Teknologi adalah satu dari banyak hal yang sedang berkembang sangat pesat di dunia. Teknologi-teknologi yang muncul ini diharapkan dapat membuat hidup manusia menjadi lebih baik. Bentuk dari teknologi tersebut beragam, mulai dari augmented reality (AR), virtual reality (VR), artificial intelligence (AI), robotik, sampai humanoid yang telah banyak digunakan, terutama di perindustrian. Dengan hadirnya berbagai macam teknologi ini, terjadilah semacam disrupsi teknologi yang saling tindih satu sama lain.
WIR Group adalah perusahaan multinasional asal Indonesia yang bergerak di bidang teknologi, seperti AR, VR, dan AI. Dengan munculnya berbagai disrupsi teknologi di dunia, termasuk di Indonesia, WIR Group menghadirkan acara tahunan bernama DISRUPTO.
DISRUPTO ini membahas mengenai berbagai macam disrupsi teknologi di berbagai sektor industri. DISRUPTO 2019 ini telah diadakan di Plaza Indonesia pada 22 – 24 November yang lalu. DISRUPTO 2019 yang mengusung tema “The Future of Humanity” ini dengan fokus kemajuan teknologi di ranah AI, AR, hingga VR yang bisa diselaraskan dengan kehidupan manusia. Hadirnya DISRUPTO ini menjadi gelaran untuk memberikan gambaran umum mengenai kemajuan teknologi kecerdasan buatan yang sudah ada saat ini beserta dengan manfaatnya di masa depan.
DISRUPTO 2019 ini mendatangkan berbagai speaker sebagai pengisinya, baik dari Indonesia maupun di luar Indonesia. Salah satu keynote speaker dalam DISRUPTO 2019 ini adalah Tilly Lockey. Tilly Lockey adalah gadis asal Inggris yang menderita septikemia meningokokus saat berusia 15 bulan, yang mengakibatkan kedua lengannya harus diamputasi. Namun, hidup Tilly Lockey berubah setelah dirinya mendapatkan bantuan berupa sepasang lengan robotik di usia 11 tahun, yang membuatnya dapat bergerak dengan normal kembali. Tilly Lockey, yang saat ini menjadi brand ambassador Open Bionics dan make-up vlogger di channel YouTube nya, berkesempatan untuk bercerita mengenai bagaimana teknologi mengubah hidupnya, sekaligus memperagakan penggunaan lengan robotik nya tersebut.
Selain Tilly Lockey, DISRUPTO 2019 juga menghadirkan Furhat sebagai salah satu keynote speaker nya. Furhat merupakan robot sosial yang mampu berinteraksi secara dua arah dengan manusia. Dengan dukungan AI, Furhat dapat menanggapi lawan bicara, mengekspresikan emosi, serta mengelola pandangan mata secara alami. Menurut Preben Wik, salah satu co-founder dari Furhat Robotics, yang juga menjadi keynote speaker pada DISRUPTO 2019, mengatakan bahwa dengan kemampuan Furhat tersebut, membuat Furhat dapat menggeser posisi manusia dalam proses seleksi, termasuk pada saat wawancara sebuah pekerjaan.
DISRUPTO 2019 ini juga menghadirkan berbagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dalam eksibisi nya. Salah satunya adalah Cyberdyne, perusahan asal Jepang yang membuat berbagai jenis robot untuk membantu para kaum lansia dan disabilitas dalam mobilitasnya. Selain Cyberdyne, hadir pula Watergen, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Watergen ini menghadirkan mesin yang mengubah udara menjadi air yang dapat dikonsumsi secara massal, sebagai solusi untuk menghadirkan sumber air tanpa merusak lingkungan.
Dengan hadirnya berbagai macam speaker dan perusahaan pada perhelatan DISRUPTO 2019 ini, Indonesia diharapkan menjadi lebih terbuka dengan kehadiran berbagai macam teknologi yang ada di dunia, serta dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, apapun bentuknya.
Sumber Berita:
"What is DISRUPTO?" - the-disrupto.com
"Tilly Locky, Gadis Bionik yang Tampil di Disrupto 2019" - youngster.id
"Robot Bisa Gantikan Manusia untuk Wawancara Kerja, Benarkah?" - liputan6.com
"Watergen, Pengubah Udara Menjadi Air, Meriahkan Disrupto" - medcom.id
Sumber Gambar:
Tags :
DISRUPTO, Teknologi, Tilly Lockey, Furhat, Cyberdyne, Watergen, Artificial Intelligence, Virtual Reality, Augmented Reality, Robotik, Indonesia, WIR Group