MySQL, RDBMS dalam Website

Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-30

Dalam setiap website, tentu saja selalu ada data yang ditampilkan. Tanpa tempat penyimpanan khusus, website tidak memiliki semacam ruang untuk menampung data-data tersebut. Data-data yang disimpan dalam website sendiri memiliki banyak bentuk, namun yang umum disimpan didalamnya bersifat tekstual dan visual. Untuk menampung data-data ini, digunakanlah database. Saat ini, database yang banyak digunakan adalah RDBMS (Relational Database Management System), karena kemampuannya menampung data yang besar. Ada beragam RDBMS yang digunakan dalam suatu website, namun ada satu RDBMS yang banyak digunakan, yaitu MySQL.

Apa Itu MySQL?

MySQL merupakan salah satu RDBMS yang paling populer di dunia. MySQL ini banyak digunakan pada suatu website, dari yang berskala kecil sampai yang berskala besar. MySQL juga bersifat open-source, membuatnya dapat diakses secara bebas oleh pengembang dari belahan dunia manapun. MySQL umumnya disandingkan dengan PHP, dimana PHP digunakan sebagai server-side script, dan MySQL digunakan sebagai database yang diakses melalui kode-kode PHP tersebut. Karena hal-hal tersebut, MySQL digunakan menjadi standar bagi penggunaan database pada suatu perangkat lunak, terutama website.

Mengapa MySQL Digunakan?

Ada beberapa alasan pengembang menggunakan MySQL sebagai database dalam website yang mereka bangun. Basis penggunaan dari MySQL dalam website ini sangat banyak, baik dari website kecil, sampai ke website yang berskala menengah keatas, membuat MySQL ini memberikan beberapa keuntungan bagi calon penggunanya. MySQL sendiri mudah digunakan, bahkan bisa langsung digunakan setelah instalasi pertama kali. Pengoperasiannya juga tergolong mudah, karena bisa dioperasikan melalui command line interface, atau melalui GUI bawaannya, sehingga MySQL ini tergolong mudah digunakan, terutama bagi para pemula. Database umumnya digunakan untuk menjalankan beberapa query, baik yang ringan sampai yang cukup berat. Oleh karena itu, performa dari database juga penting untuk menjalankan berbagai query tersebut, dan MySQL memiliki performa yang baik dalam menjalankan query, seperti pencarian primary key, query dengan filter, dan berbagai query-query lainnya. Selain itu, MySQL ini open-source, walaupun MySQL dimiliki secara penuh oleh Oracle, salah satu perusahaan database terkemuka di dunia. Karena open-source inilah, MySQL dapat digunakan secara bebas dan gratis, mengurangi biaya pengeluaran dalam pengembangan website.

Adakah Kekurangan dari MySQL?

Walaupun begitu, MySQL tetap saja memiliki beberapa kekurangan. Dibalik fiturnya yang terbilang kaya, MySQL hanya memiliki sedikit opsi ketika pengembang ingin menulis stored procedure dan trigger, sehingga kurang leluasa bagi website yang memerlukan banyak stored procedure dan trigger. Penggunaan MySQL saat ini sudah sangat banyak, namun MySQL ini tidak cocok bagi website yang dapat berkembang secara berkala, karena MySQL tidak didesain untuk menjadi scalable, membuat pengembang beralih ke database lain. Mungkin MySQL cocok untuk website kecil sampai menengah keatas, namun MySQL tidak cocok digunakan untuk website yang besar, karena umumnya website besar memiliki data yang juga besar, sehingga mengurangi performa dari MySQL apabila digunakan di website tersebut.

Itulah beberapa hal mengenai MySQL, RDBMS yang banyak digunakan dalam pengembangan website. Apabila kamu ingin membangun website skala kecil sampai menengah, gunakanlah MySQL sebagai database nya, namun jika kamu ingin membangun website berskala besar, masih banyak opsi lain yang lebih baik daripada MySQL.

 

Sumber Berita:

"MySQL - Introduction" - tutorialspoint.com

"What Is MySQL Tutorial" - siteground.com

"The advantages and disadvantages of MySQL" - makble.com

 

Sumber Gambar:

"MySQL" - en.wikipedia.org

Tags :

website, website development, database, database system, rdbms, mysql, vantura
Type and Hit Enter to Search