Sumber Dana Perusahaan Startup. Dari mana?

Contributor : Super Admin | Date : 2019-11-14

Membangun startup tentu bukanlah perkara yang mudah. Kebanyakan startup dibangun atas dana pribadi dari para pendirinya (founder) tanpa mendapatkan modal dari pihak lain. Startup yang baru dirintis seperti ini disebut dengan "Bootstrap". Startup yang baik dan sehat tentu harus memiliki arus keuangan yang baik, karena hal tersebut merupakan salah satu motor penggerak bagi para orang yang terlibat di dalamnya untuk terus mengembangkan produk dari startup. 

Dalam mendapatkan keuangan yang baik, berikut sederet pilihan permodalan yang bisa diambil oleh para pendiri startup:

1. Perusahaan Modal Ventura

Tidak seperti bank, perusahaan-perusahaan ventura, yang dikhususkan untuk mendanai startup potensial, tidak memerlukan agunan dan cashflow untuk memberi modal. Pihak startup pun tidak terbebani karena mereka tidak perlu membayar cicilan perbulannya.

Mengapa harus startup yang potensial? Karena jika mereka salah menanam modal, mereka akan rugi seiring dengan gagalnya startup tersebut berkembang. Sistem adalam perusahaan modal Ventura ini mirip dengan sistem menanam saham di perusahaan.

2. Inkubator atau Akselerator

Dua hal ini sebenarnya memiliki kemiripan. Hanya saja, inkubator melakukan inkubasi startup kecil sampai mereka dianggap benar-benar layak untuk diluncurkan. Inkubator sangat memperhatikan kematangan dari startup sebelum mereka diluncurkan melawan market yang sesungguhnya. Sedangkan untuk Akselerator, mereka hanya mendorong dan melecut startup agar bisa segera cepat berkembang. Inkubator maupun Akselerator akan menanggung biaya mereka selama dalam tahap "pematangan". Kedua program ini dapat berjalan berdampingan sebenarnya. Di tanah air sendiri, terdapat beberapa program inkubator maupun akselerator yang cukup terkenal dan terjamin, seperti Indigo, IDX Incubator, dll.

3. Crowdfunding

Seperti yang kita ketahui, Crowdfunding merupakan salah satu cara untuk mendapatkan modal dengan melakukan urun dana. Dana yang dihimpun bisa berasal dari masyarakat umum. Crowdfunding biasanya berhasil dilakukan pada startup yang bergerak pada bidang sosial sehingga masyarakat dapat merasakan langsung donasi yang mereka berikan. Ada beberapa startup di Indonesia yang fokus untuk bergerak pada bidang "urun dana" ini, seperti kickstater, indiegogo, dll.

 

Dalam soal bisnis startup, yang paling utama pastinya adalah kreatifitas dan manfaat untuk penggunanya. Jika produk yang dihasilkan dapat memberikan dampak bagi penggunanya, produk tersebut akan digunakan secara berkelanjutan. Dengan hal tersebut, maka market share dari startup akan semakin tinggi. Produk yang disukai oleh pengguna dan digunakan oleh banyak orang tentu akan memberi dampak positif terutama pada sisi keuangan dari suatu startup. Hal tersebut tidak lepas dari model bisnis  yang mereka lakukan.

Itulah tadi beberapa cara dari startup untuk mendapatkan modal. Ide startup mestinya unik, beda dengan yang lain, dan tentu saja, bisa mendatangkan keuntungan tanpa harus kebingungan mencari investor.

Tags :

modal startup, startup, agensi, crowdfunding, inkubator, akselerator, ventura
Type and Hit Enter to Search