Xamarin, Pendahulu Tren Cross-Platform Mobile App

Contributor : Galih Dea | Date : 2019-12-18

Perangkat mobile adalah salah satu benda yang penting bagi berbagai jenis orang di dunia. Bagaimana tidak, satu orang minimal memiliki satu perangkat mobile yang digunakan untuk kebutuhan tertentu. Namun, penggunaan perangkat mobile ini dibarengi dengan maraknya mobile app yang dikembangkan oleh para mobile app developer di dunia. 

Berbagai mobile app umumnya hanya dikembangkan pada satu platform. Apabila ingin mengembangkan mobile app yang sama pada platform lain, diperlukan usaha lebih supaya pengguna mendapatkan pengalaman yang sama walaupun mengakses mobile app tersebut pada platform yang berbeda.

Sebagai solusinya, hadir pengembangan mobile app secara cross-platform, yang diharapkan dapat memudahkan proses pengembangan mobile app yang diinginkan. Terdapat tiga platform yang populer dalam pengembangan mobile app, yaitu Xamarin, React Native, dan Flutter. Platform yang akan dibahas pada artikel ini adalah Xamarin, yang mengawali tren cross-platform mobile app. 

Xamarin merupakan platform untuk mengembangkan mobile app secara cross-platform yang bersifat open-source, sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh para pengembang mobile app. Mobile app yang dikembangkan dengan Xamarin dapat berjalan di beberapa platform, seperti iOS dan Android. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam pengembangan dengan Xamarin adalah C# (dibaca C-sharp), dan hanya dapat dikembangkan melalui Microsoft Visual Studio. 

Xamarin sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 oleh Miguel de Icaza, yang sekaligus menjadi co-founder dari Xamarin Inc. Xamarin dibangun oleh berbagai pengembang berdasarkan framework Mono, yang merupakan turunan dari framework .NET dari Microsoft. Namun, Xamarin mulai dikenal setelah Microsoft mengakuisisi Xamarin Inc. pada tahun 2016, dan mendirikan bagian khusus dalam pengembangan Xamarin, menjadikan Xamarin bersifat open-source. 

Xamarin memungkinkan pengguna untuk membagikan 90 persen kode dari mobile app yang mereka bangun pada berbagai platform, sehingga mobile app tersebut tetap dapat memiliki pengalaman penggunaan yang hampir sama pada berbagai platform, walaupun pengembang harus melakukan sedikit utak-atik yang bersifat native untuk mendapatkan tampilan antarmuka yang sama persis antar platform. 

Ada beberapa tool yang terintegrasi dengan Xamarin. Xamarin.Essentials adalah library yang menyediakan berbagai API cross-platform untuk menjalankan fungsi-fungsi yang bersifat native, seperti menampilkan informasi perangkat, mengakses file manager, dan melakukan text-to-speech. Untuk memenuhi pembagian kode secara 100 persen antar platform, hadirlah Xamarin.Forms yang merupakan framework UI yang bersifat open-source. Dengan hadirnya Xamarin.Forms, mobile app memungkinkan untuk memiliki tampilan antarmuka yang serupa pada berbagai platform, baik di iOS maupun di Android. 

Dan itulah sedikit hal mengenai Xamarin yang membuka tren pengembangan mobile app secara platform. Masih ada platform pengembangan cross-platform lain, seperti React Native dan Flutter, yang akan dibahas pada artikel Vantura selanjutnya. 

 

Sumber Gambar:

"Why Your Team Should Have Xamarin Amongst Their Mobile Dev Tools" - dev.to

 

Sumber Berita:

"Flutter vs. React Native vs. Xamarin" - logrocket.com

"What is Xamarin?" - microsoft.com

Tags :

mobile app, cross-platform, xamarin, microsoft
Type and Hit Enter to Search